Tujuh tahap, dan kenapa gerbangnya penting
Hampir semua penyedia jasa punya "tahapan kerja" di halaman profilnya. Biasanya berupa gambar panah: Analisis, Desain, Pengembangan, Peluncuran. Terlihat rapi, dan hampir tidak berarti apa-apa.
Masalahnya bukan pada daftarnya. Masalahnya, tidak ada yang menjelaskan apa yang melarang pekerjaan pindah dari satu kotak ke kotak berikutnya.
Gerbang, bukan panah
Di Soematra, setiap tahap punya gerbang: syarat yang harus terpenuhi sebelum pekerjaan boleh lanjut. Bukan target, bukan harapan - syarat.
- Prospek. Gerbangnya: kami sepakat pekerjaannya layak dikerjakan, atau kami bilang tidak.
- Penawaran. Gerbangnya: dokumen tertulis diterima klien - lengkap dengan apa yang TIDAK dikerjakan.
- Kesepakatan. Gerbangnya: perjanjian ditandatangani dan termin pertama masuk.
- Pembangunan. Gerbangnya: semua keluaran Lampiran A selesai. Semua, bukan sebagian.
- Uji Terima. Gerbangnya: pernyataan diterima, atau keberatan yang sudah ditutup.
- Serah Terima. Gerbangnya: Berita Acara ditandatangani kedua pihak.
- Pemeliharaan. Tidak ada gerbang akhir - tahap ini memang tidak berujung.
Yang dicegah oleh gerbang
Gerbang terdengar seperti birokrasi sampai Anda melihat apa yang terjadi tanpa mereka.
Tanpa gerbang di Penawaran, lingkup pekerjaan tidak pernah benar-benar dikunci, dan setiap permintaan baru di tengah jalan jadi perdebatan tentang "bukannya itu sudah termasuk?". Daftar apa yang tidak dikerjakan justru lebih berguna daripada daftar apa yang dikerjakan.
Tanpa gerbang di Pembangunan, pekerjaan masuk Uji Terima dalam keadaan setengah jadi, dan klien diminta memeriksa sesuatu yang memang belum selesai. Itu membuang waktu kedua pihak dan merusak arti "diterima".
Tanpa gerbang di Serah Terima, tidak pernah jelas kapan proyek berakhir dan pemeliharaan dimulai - sehingga tidak pernah jelas pula apa yang masih gratis dan apa yang sudah berbayar.
Dua putaran revisi, ditulis di depan
Satu angka yang kami cantumkan sejak penawaran: dua putaran revisi per tahap. Bukan karena kami pelit, tapi karena revisi tanpa batas selalu berakhir di tempat yang sama - pekerjaan tidak pernah dinyatakan selesai, dan kedua pihak sama-sama kesal.
Menuliskan angkanya di depan memindahkan percakapan yang tidak enak itu ke awal, ketika belum ada yang rugi.
Tahapan yang sama berlaku untuk setiap klien, sekecil apa pun pekerjaannya.
Termasuk untuk pekerjaan yang nilainya kecil. Justru di situ godaan untuk melompati tahap paling besar, dan justru di situ pula kekacauannya paling sering terjadi.
Selengkapnya di halaman Cara Kerja, atau mulai dari percakapan.